.

Breaking News

Minggu, 22 Desember 2013

Sejumlah Proyek di Abdya dikuasai Rekanan Luar

Blangpidie I AbdyaNews I Laporan Masrian Mizani - Sekitar 60 persen dari sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dikuasai oleh perusahaan rekanan luar kabupaten setempat, yang nantinya akan berakibat pada kerugian daerah.

"60 persen proyek di Abdya dikerjakan oleh perusahaan dari luar daerah. Saya berani membuktikan akan hal itu," tegas Ketua BPC Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Abdya periode 2013-2018, Elizar Lizam, Kamis (12/12/2013).
Elizar Lizam yang terpilih secara aklamasi dalam Muscab-III Gapensi Abdya di Arena Motel Blangpidie, Rabu (11/12) juga meminta Pemkab Abdya untuk memberdayakan pengusaha jasa konstruksi dalam daerah, sehingga ke depan akan berdampak pada peningkatan angka pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau yang kita saksikan saat ini, sejumlah proyek dikerjakan oleh orang-orang luar Abdya dan yang pasti mereka tidak akan membayar sejumlah izin di Abdya melainkan membayar dimana alamat resmi perusahaan rekanan itu. Akibatnya sudah jelas akan merugikan daerah dan masyarakat Abdya tentunya," ungkap Elizar Lizam yang akrab dengan sapaan Adun.

Menurutnya, kalau dikaji lebih mendalam, pemerintah tak bisa disalahkan ketika hasil pengerjaan proyek hanya bertahan kurang dari satu tahun setelah diserah terimakan kepada instansi terkait pemerintahan. 

Namun, yang diinginkan panitia lelang seharusnya lebih jeli dalam menseleksi perusahaan yang menjadi pemenang pengerjaan proyek tersebut, apalagi harus mengabaikan putra daerah sendiri.

Lebih lanjut ia meminta kepada pejabat pemerintah Kabupaten Abdya, pada tahun 2014 mendatang agar lebih memprioritaskan putra asli daerah setempat dalam pengerjaan proyek pembangunan di daerah itu.

"Sebab, hanya putra daerahlah yang merasa memiliki dan mencintai daerahnya sendiri untuk dibangun dan ditata menjadi lebih baik ke depannya," tandas Adun.

Kalau berbicara terkait mutu, lanjut Adun, pihaknya berani melakukan pembuktian apakah pekerjaan yang dikerjakan putra daerah bermutu atau tidak.

"Kita juga orang teknis, yang mengerti tentang pengerjaan suatu bangunan. Jadi, kalau ada suatu titipan, hal itu sah-sah saja, tetapi harus diteliti lebih dulu, apakah perusahaan itu memang berniat ingin membangun daerah atau hanya mencari keuntungan semata tanpa memikirkan kebutuhan masyarakat banyak yang menggunakan fasilitas tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Yusrizal Razali atas nama Pemkab Abdya mengajak seluruh komponen pengusaha jasa konstruksi yang berada dalam kabupaten itu untuk duduk kembali, sehingga didapat jalan keluar yang terbaik dalam proses pembangunan daerah.

"Kita mengajak para pengusaha jasa konstruksi untuk mengkaji akan hal itu, sekaligus mempererat hubungan silahturahmi, dengan harapan apa yang akan dicita-citakan ke depannya hendaknya dapat terwujud sesuai dengan keinginan bersama, sehingga melahirkan pembangunan yang bermanfaat dab bermartabat bagi masyarakat Abdya," harapnya***
Eliza Lizam, Saat diwawancara Wartawan AbdyaNews.

Komentar Anda Disini !

Copyright © 2010 - Abdyanews
Designed By Xplory Design